Dua raksasa Eropa, Bayern Munich dan Real Madrid bakal tampil habis-habisan di Allianz Arena, Rabu (30/4) demi berebut sejarah baru di Eropa. Madrid ingin ke final demi La Decima, sementara Bayern ingin menjadi tim pertama sejak tahun 1990 yang berhasil mempertahankan trofi Liga Champions.
Madrid paham benar jika laga ini takkan mudah meski sudah unggul 1-0 secara agregat. Carlo Ancelotti malah menyebut suatu hal yang bodoh jika menganggap Los Blancos sudah pasti lolos ke final.
Tuan Rumah Bayern Munich juga tak berkecil hati bakal mengawali laga dalam keadaan tertinggal 0-1. Pelatih Josep Guardiola optimis bisa mengkarantina serangan balik Madrid yang berbahaya. Mantan pelatih Barcelona ini sudah menginstruksikan anak asuhnya untuk menutup ruang agar tidak ada pemain Madrid yang leluasa menerima umpan.
Optimisme Guardiola ini juga didukung dengan tidak ada cedera baru dalam skuat Bayern. Namun perubahan komposisi pemain sepertinya akan dilakukan setelah Bayern tidak bermain efektif di leg pertama.
Philipp Lahm akan dikembalikan ke posisi bek kanan dengan mengorbankan Rafinha. Javi Martinez akan diplot sebagai gelandang bertahan. Untuk lini depan Thomas Muller atau Mario Gotze bisa menjadi solusi untuk posisi false 9 jika Mario Mandzukic gagal tampil apik.
Beralih ke kubu tim tamu, Carlo Ancelotti dalam jumpa persnya mengatakan siap turun dengan kekuatan terbaiknya. Semua pemain dalam kondisi fit, termasuk Gareth Bale yang sempat terkena flu.
Skenario lain jika Bale tidak dalam kondisi cukup bugar untuk bermain, maka Angel di Maria akan berada di sayap kanan dan Isco menjadi gelandang di tengah. Marcelo juga bakal kembali ke menjadi starter di bek kiri sekalipun Fabio Coentrao tampil trengginas pada laga leg pertama di Bernabeu

0 komentar:
Posting Komentar